Pengumpul Kartu Pos

P_20180422_115708.jpg
Beberapa kartu pos yang diproduksi oleh Pos Indonesia #EhAdaDilan

Saya: “Mas, jual perangko gak?”

Penjaga toko: “Perangko?”

Saya: “Iya, perangko. Buat ngirim surat itu lho mas.”

Penjaga toko: (masih mikir) “Materai ta mbak?”

Saya: “Bukan, mas. Perangko.”

Penjaga toko: “Wah, gak ada mbak.”

Saya: “… okay mas. Terima kasih.

Jadi, percakapan ini terjadi ketika saya sedang butuh perangko 3000an. Saya mampir ke kantor pos dekat indekos saya, eh ternyata tutup. Lupa kalau waktu itu akhir pekan. Jadilah, saya mampir ke toko alat tulis kantor.

Dari percakapan diatas, bisa dilihat kalau si pemuda penjaga toko tersebut tidak tahu apa itu perangko. Saya heran saja. Pemuda itu terlihat berusia di atas saya, Read More »

Advertisements

DaghDagh Gloomy Gloomy 2017 Yang Membawa Manfaat

This-Is-What-Happens-When-You-Mix-Coca-Cola-And-Milk-.png
sumber: innamag.com

Hai semuanya!
Baru bisa update tentang kesan dan kenangan di tahun 2017.

2017 itu…

Di tahun lalu, aku melihat kejadian di depan mata kalau kebanyakan minum minuman bersoda akan menggiringmu ke rumah sakit. Ya, bapakku, entah mengapa, sudah menginjak usia kepala 5 malah punya hobi baru yaitu menghabiskan minuman bersoda 3.1 liter Read More »

Kepergian Chester Mengingatkanku Tentang Depresi Yang Kualami

Petrusich-Chester-Bennington.jpg
Sumber: newyorker.com

Assalamualaikum.

Salam untuk semua.

Sudah lama saya tidak buka wordpress. Hehehe. Asyik sama kegiatan di rumah sampai lupa kalo punya blog.

Beberapa saat lalu, dunia musik dikejutkan dengan berita kematian Chester Bennington. Sebagai seorang yang memasukkan Linkin Park menjadi salah satu band favorit, tentu saya terkejut. Pagi itu, saya berpikir itu semua hanya mimpi. Tetapi, saya tersadar ketika adik perempuan saya teriak-teriak memanggil saya dengan berkata, “Mbak Ida! Chester Bunuh Diri.”

Seketika aku berpikir. Mengapa dia melakukan itu? Seketika juga aku mengingat-ingat lirik-lirik lagunyaRead More »

Cinta Hitam

black-love-wallpaper-8
Sumber: wallpaper-gallery.net

Ketika kau merasa memiliki perasaan khusus kepada seseorang yang bahkan sudah cukup lama tidak berkomunikasi lagi denganmu. Belum kau lihat rupa tiga dimensinya. Belum kau dengar hela nafasnya. Belum kau hirup wangi feromonnya atau mungkin parfumnya. Feromon mungkin sedikit terlalu vulgar.

Begitu pula…

Belum kau raba indera perabanya. Belum kau dendangkan renyah tawamu, tentu kepadanya. Belum juga kau terawang sorot matanya.

Dan semua sensasi yang kau rasakan dari penjuru panca inderamu hanya bisa kau rasakan lewat bunga tidur yang abstrak. Pulau kapuk. Mimpi saja.

Abstrak namun jelas.

Tidak! Bukan mimpi saja, sensasi ini kau rasakan juga saat kau terjaga! Sensasi yang meliputi kesadaran juga lamunan. Mengcangkup nyata dan fatamorgana.

Pada akhirnya, kau hanya pasrah dan menyerahkan seluruh kekhususan ini kepada Tuhan. Menyerahkan seluruh hati dan perasaan teranehmu padaNya. Hanya padaNya.

Sang Maha Membolak-Balikan Hati.

Namun, kau serahkan dengan maksud tertentu. Kau ingin Tuhan menjaga “kekhususan” itu untuk sang pujaan yang kau dambakan. Agar kau tak akan merasa “khusus” pada seseorang baru. Agar kau tak jatuh lagi.

Agar kelak di masa depan kau akan dipersatukan dengan sang pujaan hati, melalui kuasa ilahi.

Tetapi,

Apakah benar yang kau lakukan?

Read More »

Telepon Penipuan – Bagian 2

wp-1488961111156.jpg
source: sanmiguelwritersconference.org

Suatu pagi di tahun 2016, telepon di rumahku berdering. Di rumah hanya ada bapak, ibu, mbak sepupu, dan dua ekor kucing. Aku dan kedua adikku tentu sedang berada di Kota Malang.
Saat telepon berdering, otomatis orang yang terdekat yang menerima panggilan itu. Kebetulan ibuku yang mengangkatnya. (Petunjuk: kebanyakan ibu adalah makhluk paling baperRead More »

Rindu Masa Lalu

wp-1487407923194.jpg
Source: webneel.com

Bulan lalu, aku datang ke Malang bersama orangtuaku untuk mengambil sepedaku yang menganggur di indekos. Tujuannya, untuk dipinjamkan ke salah satu anak tetangga kami yang butuh sepeda untuk pergi bersekolah. Setelah itu, kami tidak langsung pulang namun berkunjung ke rumah keluarga Pak Mat, yang anaknya akan kami pinjamkan sepeda. Aku bingung saat itu, rumah Pak Mat kan satu gang sama rumah kami, mengapa harus berkunjung dan telepon dulu ketika di perjalanan padahal kabupaten tempat kami tinggal masih jauh. Ternyata oh ternyata, begitu toh. Mereka sudah pindah Read More »