Prasangka Baik Membawa Berkah

Sekarang hari Minggu, tanggal 17 Januari 2021, sekitar jam 10 pagi. Saya sedang duduk di ruang tamu rumah, bermaksud untuk belajar setelah menuliskan tentang sebuah kejadian beberapa hari lalu.

Sebentar izinkan saya makan dulu. Ibu baru saja membuat mi goreng hahaha

Okay, biarkan saya bercerita tentang kejadian yang saya alami tiga hari lalu. Tepatnya tanggal 14 Januari 2021. Hari itu, saya dipanggil untuk melakukan wawancara bersama dengan 17 siswa di LPK tempat saya melakukan pelatihan Bahasa Jepang. Saya mendapat nomor urut ke-15. Saya pun harus menunggu giliran saya selama sekitar hampir 6 jam. Lelah sih, namun menyenangkan juga menunggu giliran sambil mendengarkan siswi-siswi lain melakukan interview. Begitu giliran saya tiba, perasaan saya sih.. yaah.. lebih ke tidak tahu apa yang akan terjadi. Sebelumnya, saya tidak pernah melakukan wawancara pekerjaan sama sekali. Setelah lulus kuliah, melamar ke berbagai tempat, namun tidak ada panggilan. Saya pun bekerja sebisanya, sebagai tutor atau guru les privat Bahasa Inggris untuk anak sekolah. Padahal, saya lulusan Sastra Jepang.

Wawancara kali ini dilakukan secara daring. Selain itu, ini adalah wawancara untuk perusahaan panti jompo di wilayah Aomori. Saya pun masuk di ruangan dan duduk di depan laptop yang sudah tersedia. Di sana, saya ditemani oleh Ambai Sensei sebagai penerjemah. Wawancara sebisa mungkin dilakukan dengan Bahasa Jepang. Namun, karena volume yang kecil dan jaringan internet yang kurang baik saat itu, saya tidak mampu mendengar apa yang dikatakan para pewawancara. Untung ada Sensei yang menyelamatkan saya hahaha. Saat itu ada sekitar 7 pewawancara. 6 orang adalah pria-pria Jepang, sedangkan satu orang lainnya adalah perempuan dari Indonesia yang juga berasal dari LPK yang sama dengan kami.

Wawancaranya saya buka dengan memberi salam dan memperkenalkan diri saya, mulai dari nama, usia, asal, golongan darah, hobi, kelebihan dan kekurangan, juga tentang sertifikat kemampuan Bahasa Jepang saya. Wawancara pun dimulai. Saya ditanyai tentang hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan saya sebagai tutor bahasa asing. Lalu saya juga ditanyai mengenai kekurangan saya yang somehow berbeda dengan image saya yang mereka dapatkan saat wawancara berlangsung. Saat itu, sejujurnya saya panik, sampai tidak tahu mau ngomong apa. Untung ada Sensei!

Kemudian mereka bertanya mengenai pengetahuan saya tentang Jepang dan apa sih yang ingin saya lakukan di Jepang. Juga saya ditanyai mengenai dukungan orang tua bagaimana, terus apakah saya keberatan menetap di Jepang dalam waktu lama atau tidak. Setelah pertanyaan dari wawancara selesai, saya diberi kesempatan untuk bertanya kepada mereka. Saya pun mengeluarkan beberapa pertanyaan dan salah satunya cukup aneh sebenarnya: “Apakah saya boleh memakai lipstik saat bekerja?” Para pewawancara menoleh satu sama lain. Dari yang saya lihat di layar, mereka terlihat sedikit heran dengan pertanyaan saya. Ternyata, di panti jompo tersebut tidak boleh menggunakan lipstik saat pekerjaan berlangsung. Merekapun bertanya kembali ke saya apakah saya tidak masalah dengan peraturan ini. Saya jawab tidak masalah. Padahal saya adalah tipe orang yang suka memakai lipcream berwarna dark-red hahaha. Namun, pada umumnya perempuan di Jepang hanya memakai riasan natural saja.

Wawancara pun selesai, saya berterimakasih kepada mereka dan mengucapkan salam penutupan. Ambai Sensei pun tertawa dan berkata bahwa pertanyaanku tadi kocak sekali. Dalam hati saya, “Aduh, bisa lolos gak ya, kok kayaknya jawaban dan pertanyaanku gak ada yang normal ๐Ÿ˜ฆ “. Wawancara pun selesai sekitar jam setengah 3 sore. Kami semua yang ikut wawancara belum diizinkan pulang. Kami harus menunggu hasil wawancara tersebut. Sekitar jam 4 lewat, hasilnya pun diumumkan. 7 siswi lolos wawancara termasuk saya! Saat nomor saya dipanggil, saya speechless, tidak tahu mau ngomong apa. Rasanya seperti mengambang gitu. Maksud saya, teman-teman lainnya sudah beberapa kali ikut wawancara, sementara saya, ini baru pertama kali ikut wawancara dan saya juga baru bergabung di LPK ini tanggal 16 Desember 2020. Rasanya tidak percaya gitu. Tapi syukur Alhamdulillah banget deh!

Nah, ini nih yang saya mau ceritakan. Tentang siapa saja yang lolos wawancara. Jadi, 6 (termasuk saya) dari 7 orang yang lolos ini, saya punya semacam firasat baik dan saya doakan terus menerus agar kami bisa lolos bersama. Doa itupun terkabul! Yang paling ajaib adalah ada beberapa siswi yang entah mengapa, saat pertama kali melihat mereka, saya merasa kalau saya akan bekerja di Jepang dengan mereka-mereka ini dan kami pun akan bekerja di perusahaan yang sama ๐Ÿ˜€

Kabar gembira lainnya adalah… perusahaan tempat kami akan bekerja mengizinkan kami untuk menggunakan hijab hehehe. Padahal, beberapa hari sebelum wawancara, kami diberitahu bahwa perusahaan ini tidak mengizinkan pekerjanya menggunakan hijab. Saya pun sudah berdiskusi dengan orang tua saya mengenai masalah ini dan orang tua saya mengizinkan dengan syarat: saya harus tetap berhijab di luar pekerjaan dan saya tidak boleh umbar-umbar foto tanpa hijab di sosial media. Alhamdulillah, ternyata diizinkan untuk pakai hijab~

Dan sekarang akhirnya saya sadar kembali kalau doa dan pikiran positif akan memberimu hal yang positif juga. Dulu, zaman sekolah, saya adalah tipe orang yang selalu berprasangka baik, bahkan salah satu teman bilang kalau dia iri sama saya yang bisa tetap berpositive thinking dalam situasi apapun. Namun, semua itu berubah saat kuliah. Entah mengapa di zaman kuliah, saya berubah jadi orang yang over thinking cenderung ke negative thinking. Sejak itu, kehidupan kuliah saya berantakan. Semua yang saya impikan perlahan-lahan menjauh.

Pada saat-saat hampir drop out, syukurlah, saya menyadari kalau saya harus berubah. Sampai hari ini pun saya masih struggling untuk tetap berprasangka baik. Tidak lupa juga terus-terus berdoa agar diberikan semua yang terbaik dariNya.

***

Jikalau postingan ini telah terpublikasikan, berarti saya telah berada di Jepang. ใ‚ˆใ‹ใฃใŸ (Alhamdulillah). Selamat datang tantangan hidup yang baru di tahapan hidupku yang baru juga. Welcome to the real world!

ใŒใ‚“ใฐใ‚Šใ‚„ใ‚กใ‚กใ‚ก!แ•™( โ€ข โ€ฟ โ€ข )แ•—

Wassalam,

Shabrina Aida, di suatu kota yang cukup dingin~

5 April 2022, sekitar jam 4 sore waktu setempat.

Hari Ini, Tahun Lalu, 5 dan 26 Tahun Lalu

26 tahun lalu aku ditakdirkan keluar lebih cepat dari rahim ibuku. Saat itu usia kehamilan ibu sekitar 29 minggu alias baru 7 bulan. Empat hari sebelumnya, ibuku seperti biasa berangkat ke kantor di pagi hari. Cuaca saat itu cerah, namun tiba-tiba hujan. Biasa kita bilang hujan panas. Sambil berteduh di warung pinggir jalan dan menunggu angkutan umum, ibu tidak sengaja melihat seorang wanita tua berpakaian adat khas Maluku. Continue reading “Hari Ini, Tahun Lalu, 5 dan 26 Tahun Lalu”

Sebelum Pandemi

Hai teman-teman. Selamat malam dari kotaku yang suhunya naik turun. Sudah lama aku menelantarkan wordpressku. Padahal aku gak sibuk-sibuk amat, tapi lupa kalau punya blog hahaha. Omong-omong, apa kabar? Aku harap semuanya baik-baik saja, sehat selalu, dan bahagia selalu ya. Aamiin.

Untuk memulai postingan pertamaku di 2020 ini, aku ingin bercerita tentang banyak hal. Kejadian sebelum pandemi COVID-19 dan juga tentang rencana-rencana atau kejadian yang tertunda karena pandemi. Siapa sih yang nyangka bakal ada kejadian luar biasa di awal-awal tahun 2020? Merinding juga aku mikirin upacara wisuda yang terjadi Februari lalu (>_<) Continue reading “Sebelum Pandemi”

Malang dan 7 Tahun Yang Telah Lalu

FOTO MALANG
Patung Singa depan Stasiun Malang

Sekitar tujuh setengah tahun yang lalu, untuk kali pertama aku menginjakan kaki di Kota Malang sebagai seorang mahasiswi. Saat itu aku hampir berusia 18 tahun. Membawa seluruh semangat, mimpi-mimpi, dan ambisi. Juga dendam yang tidak terasa keberadaannya. Tidak! Di pagi hari 26 Agustus 2012, aku mengatakan kepada teman-teman yang baru saja berkenalan denganku bahwa tujuanku kuliah adalah untuk balas dendam. Aku tidak tahu mengapa aku berkata demikian. Aku bisa saja menjawab kalau aku masuk program studi Sastra Jepang karena aku suka budaya Jepang atau selebritinya. Namun, hal itu keluar begitu saja. Continue reading “Malang dan 7 Tahun Yang Telah Lalu”

Berteman Dengan Lawan Jenis Melalui Media Sosial

social-media-2893834_640
sumber: mohamed Hassan dari Pixabay

Hai teman-teman! Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya. Akhirnya aku kembali menulis di WordPressku :’D Ya, ada tulis-menulis lainnya yang harus aku selesaikan (baca: skripsi). Alhamdulillah, sudah selesai. Tinggal menunggu wisuda yang entahlah, sejak mendaftar wisuda aku sudah menunggu berbulan-bulan, tetapi tidak dipanggil juga.

Okay, langsung saja aku ingin menuliskan sesuatu tentang: Continue reading “Berteman Dengan Lawan Jenis Melalui Media Sosial”