Cinta Hitam

black-love-wallpaper-8
Sumber: wallpaper-gallery.net

Ketika kau merasa memiliki perasaan khusus kepada seseorang yang bahkan sudah cukup lama tidak berkomunikasi lagi denganmu. Belum kau lihat rupa tiga dimensinya. Belum kau dengar hela nafasnya. Belum kau hirup wangi feromonnya atau mungkin parfumnya. Feromon mungkin sedikit terlalu vulgar.

Begitu pula…

Belum kau raba indera perabanya. Belum kau dendangkan renyah tawamu, tentu kepadanya. Belum juga kau terawang sorot matanya.

Dan semua sensasi yang kau rasakan dari penjuru panca inderamu hanya bisa kau rasakan lewat bunga tidur yang abstrak. Pulau kapuk. Mimpi saja.

Abstrak namun jelas.

Tidak! Bukan mimpi saja, sensasi ini kau rasakan juga saat kau terjaga! Sensasi yang meliputi kesadaran juga lamunan. Mengcangkup nyata dan fatamorgana.

Pada akhirnya, kau hanya pasrah dan menyerahkan seluruh kekhususan ini kepada Tuhan. Menyerahkan seluruh hati dan perasaan teranehmu padaNya. Hanya padaNya.

Sang Maha Membolak-Balikan Hati.

Namun, kau serahkan dengan maksud tertentu. Kau ingin Tuhan menjaga “kekhususan” itu untuk sang pujaan yang kau dambakan. Agar kau tak akan merasa “khusus” pada seseorang baru. Agar kau tak jatuh lagi.

Agar kelak di masa depan kau akan dipersatukan dengan sang pujaan hati, melalui kuasa ilahi.

Tetapi,

Apakah benar yang kau lakukan?

Continue reading “Cinta Hitam”

Telepon Penipuan – Bagian 2

wp-1488961111156.jpg
source: sanmiguelwritersconference.org

Suatu pagi di tahun 2016, telepon di rumahku berdering. Di rumah hanya ada bapak, ibu, mbak sepupu, dan dua ekor kucing. Aku dan kedua adikku tentu sedang berada di Kota Malang.
Saat telepon berdering, otomatis orang yang terdekat yang menerima panggilan itu. Kebetulan ibuku yang mengangkatnya. (Petunjuk: kebanyakan ibu adalah makhluk paling baper Continue reading “Telepon Penipuan – Bagian 2”

Rindu Masa Lalu

wp-1487407923194.jpg
Source: webneel.com

Bulan lalu, aku datang ke Malang bersama orangtuaku untuk mengambil sepedaku yang menganggur di indekos. Tujuannya, untuk dipinjamkan ke salah satu anak tetangga kami yang butuh sepeda untuk pergi bersekolah. Setelah itu, kami tidak langsung pulang namun berkunjung ke rumah keluarga Pak Mat, yang anaknya akan kami pinjamkan sepeda. Aku bingung saat itu, rumah Pak Mat kan satu gang sama rumah kami, mengapa harus berkunjung dan telepon dulu ketika di perjalanan padahal kabupaten tempat kami tinggal masih jauh. Ternyata oh ternyata, begitu toh. Mereka sudah pindah Continue reading “Rindu Masa Lalu”

So Long, Applu

Tadi malam, kucingku si Applu menghembuskan nafas terakhirnya (wow mati hari Jumat). Saat itu, untuk pertama kalinya lihat kucing sekarat. Ku kira, dia cuma teler karena efek obat, tetapi takdir Allah memang tak bisa diganggu gugat.

Tadi malam, ba’da maghrib hampir isya’, aku mau memberi makan Applu, tapi terus kudengar nafasnya kok kayak susah gitu, akhirnya aku sama kakak sepupuku memutuskan untuk ke dokter hewan. Tapi pas kita mau memasukkan Applu ke keranjang, dia kejang-kejang Continue reading “So Long, Applu”